Saat Didzalimi

  Engkau mungkin terlalu sensitif. Engkau mengira semua orang menghinamu. Engkau mengira semua orang mengejekmu. Engkau merasa semua orang mentertawakanmu. Engkau ...Lanjutin bacanya...

Aku

Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku A...Lanjutin bacanya...

Nila

Didorong oleh keluguan dan ketulusan, masyarakat biasanya menghargai para pahlawannya dengan cara yang berlebihan. Itu merupakan godaan berat bagi para pahlawan, di mana mereka se...Lanjutin bacanya...

Akhir Sejarah Cinta Kita

Suatu saat dalam sejarah cinta kitakita tidur saling memunggungitapi jiwa berpeluk-peluksenyum mendekap senyumSuatu saat dalam sejarah cinta kitaraga tak lagi saling membutuhkanha...Lanjutin bacanya...

Serial Cinta

Serial Kepahlawanan

  • Nila

    Didorong oleh keluguan dan ketulusan, masyarakat biasanya menghargai para pahlawannya dengan cara yang berlebihan. Itu merupakan godaan berat bagi para pahlawan, di mana mereka se...Lanjutin bacanya...

  • Bayangan Sang "Icon"
  • Pusat Keunggulan
  • Menanti Kematangan

Kisah - Kisah

JM Community

Kolom Sang Murabbi

Kolom Pak Cah

Un Der Dakwah

Sajak Rendra

  • Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon

    Inilah sajakku, seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas, dengan kedua tangan kugendong di belakang, dan rokok kretek yang padam di mulutku.Aku memandang zaman. Aku melih...Lanjutin bacanya...

  • Renungan Indah
  • Gerilya
  • Revolusi

Kendala Keangkuhan


Datang kepada teks dengan pikiran dan jiwa yang kosong. Itulah syarat untuk menyatu dengan teks. Tapi itu juga sumber masalah manusia dengan teks. Karena sebagian besar mereka datang untuk mendebat teks. Mereka mempertanyakan keabsahan teks, atau mempertanyakan kebenaran makna teks. Itulah perdebatan antara Rasulullah saw. Dengan manusia di zamannya. Itu pula yang selamanya akan menjadi perdebatan antara manusia dan Tuhan.

Mempertanyakan keabsahan teks adalah sumber permasalahan yang melahirkan kekufuran dan kemusyrikan. Sementara mempertanyakan kebenaran makna teks adalah akar problem kaum munafiqin. Tapi akar dari keduanya adalah keangkuhan intelektual. Meanusia cenderung mendatangi teks dengan angkuh sembari mengajukan dua pertanyaan. Pertama, benarkan ini teks Tuhan? Kedua, atas dasar apa seseorang bisa mengklaim diri sebagai pembawa teks dari Tuhan? Kedua pertanyaan inilah yang selamanya merintangi sebagian besar manusia untuk melihat cahaya kebenaran. Mereka mengingkari keabsahan teks dan keabsahan pembawa teks.

Itulah, misalnya, yang kita saksikan dalam peristiwa Isra Mi’raj. Pada tahun kesepuluh dari masa nubuwwah itu, perdebatan dengan teks mencapai puncaknya. Pengingkaran pada keabsahan teks dan pembawa teks menemukan momentumnya pada peristiwa yang sama sekali tidak masuk keabsahan pembawa teks. Itu sebabnya jawaban Abu Bakar menyatukan keduanya ketika beliau mengatakan: “Saya percaya kepada Muhammad (sebagai pembawa teks), maka saya percaya kepada semua yang ia katakan. Saya percaya bahwa ia membawa teks dari langit, maka saya percaya pada peristiwa yang ia ceritakan.”

Jika dengan rahmat Allah manusia berhasil melewati rintangan ini, lalu mereka bermigrasi dari kekufuran menuju keimanan, maka keangkuhan intelektual itu masih menyisakan satu rintangan besar bagi mereka. Yaitu kecenderungan untuk mempertanyakan makna teks. Ini terkait dengan otoritas intelektual untuk menafsirkan teks. Misalnya debat antara Nabi Musa dengan Bani Israel tentang sapi. Keangkuhan intelektual inilah yang kelak menjadi akar kemunafikan seseorang setelah ia beriman. Mempertanyakan keabsahan tafsir atas teks sebenarnya hanya merupakan tipuan jiwa untuk membenarkan mengapa mereka tidak harus melaksanakan teks itu.

Sikap jiwa yang begitu itulah yang dijelaskan dalam surat Al-Kahfi ayat 54: “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam AL-Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”




Rachmat Naimulloh

Ingin artikel seperti diatas langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.




0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda disini