Saat Didzalimi

  Engkau mungkin terlalu sensitif. Engkau mengira semua orang menghinamu. Engkau mengira semua orang mengejekmu. Engkau merasa semua orang mentertawakanmu. Engkau ...Lanjutin bacanya...

Aku

Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku A...Lanjutin bacanya...

Nila

Didorong oleh keluguan dan ketulusan, masyarakat biasanya menghargai para pahlawannya dengan cara yang berlebihan. Itu merupakan godaan berat bagi para pahlawan, di mana mereka se...Lanjutin bacanya...

Akhir Sejarah Cinta Kita

Suatu saat dalam sejarah cinta kitakita tidur saling memunggungitapi jiwa berpeluk-peluksenyum mendekap senyumSuatu saat dalam sejarah cinta kitaraga tak lagi saling membutuhkanha...Lanjutin bacanya...

Serial Cinta

Serial Kepahlawanan

  • Nila

    Didorong oleh keluguan dan ketulusan, masyarakat biasanya menghargai para pahlawannya dengan cara yang berlebihan. Itu merupakan godaan berat bagi para pahlawan, di mana mereka se...Lanjutin bacanya...

  • Bayangan Sang "Icon"
  • Pusat Keunggulan
  • Menanti Kematangan

Kisah - Kisah

JM Community

Kolom Sang Murabbi

Kolom Pak Cah

Un Der Dakwah

Sajak Rendra

  • Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon

    Inilah sajakku, seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas, dengan kedua tangan kugendong di belakang, dan rokok kretek yang padam di mulutku.Aku memandang zaman. Aku melih...Lanjutin bacanya...

  • Renungan Indah
  • Gerilya
  • Revolusi

Syubhat Mimpi


Buku-buku motivasi dan pengembangan kepribadian selalu mendoktrin kata: Mulailah dari mimpi, karena kebesaran selalu bermula dari sana. Kalimat itu telah menjadi sebuah ’sabda’ yang diriwayatkan oleh para motivator dan inovator dalam berbagai pelatihan manajemen, mereka seperti menemukan sumber energi bagi kemajuan mereka.

Adakah yang salah dengan kalimat itu? Tidak juga! Akan tetapi, kalimat itu menyimpan sebuah ’syubhat’ dan itulah masalahnya. Mimpi adalah kata yang menyederhanakan rumusan dari segenap keinginan-keinginan kita, cita-cita yang ingin kita raih dalam hidup, atau visi dan misi. Anggaplah ia sebuah maket, maka ia adalah miniatur kehidupan yang ingin Anda ciptakan.

Kekuatan mimpi terletak pada kejelasannya. Sebuah keinginan yang tervisualisasi dengan jelas dalam benak kita akan menjelma menjadi kekuatan motivasi yang dahsyat. Kemauan dan tekad menemukan akarnya pada mimpi kita. Apakah artinya kemauan dan tekad bagi diri kita? Dialah energi jiwa kita yang memberi kita kekuatan bekerja dan mencipta.

Ulama-ulama kita mungkin tidak terlalu setuju menggunakan kata mimpi. Mereka menggunakan kata ”mutsul’ulya” yang mungkin dapat diartikan sebagai cita-cita yang luhur dan tertinggi dalam hidup. Itulah yang kemudian melahirkan ”hamm”, sejenis kegelisahan jiwa, yang selanjutnya membentuk ”irodah” (kemauan) dan ”azam” (tekad).

Nah, dimanakah letak syubhat itu? Syubhat itu bernama ”angan-angan”. vgaris batas antara mimpi dan angan-angan terlalu tipis, karenaitulah ia menjadi syubhat.

Mimpi mempunyai basis rasionalitas, struktur dan susunan yang solid, terbangun dari proses perenungan yang panjang dan mendalam, terbentuk melalui pengalaman-pengalaman hidup yang terhayati dalam jiwa dan terolah dalam pikiran. Karena faktor-faktor pembentuk mimpi ini begitu kuat mengakar dalam kepribadian kita, maka mimpi biasanya tervisualisasi secara sangat jelas, sejelas maket bangunan bagi seorang insinyur.

Angan-angan tidak mempunyai basis rasionalitas, dan karenanya tidak terstruktur dan tidak tersusun secara solid, lebih banyak lahir dari sikap melankolik, sering merupakan sebentuk pelarian dari dunia nyata, sering juga merupakan cara menghibur diri dari kegagalan hidup. Angan-angan seringkali lebih mirip dengan ”mimpi-bangun”; sejenis mimpi yang seakan-akan terlihat dalam keadaan bangun.

Mimpi bersifat realistis, tetapi angan-angan tidak terbangun dari realitas. Mimpi adalah cara membangun sebuah realitas, angan-angan adalah cara memanipulasi realitas. Akan tetapi, baik para pemimpi maupun mereka yang suka berangan-angan, biasanya mempunyai penampakan tradisi yang sama: mereka sama-sama gemar mengkhayal. Dunia khayalan adalah dunia para pahlawan: dari sanalah mereka merumuskan mimpi, tetapi tidak berangan-angan.


Rachmat Naimulloh

Ingin artikel seperti diatas langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.




1 komentar

  1. Rachmat Naimulloh mengatakan.... [Jawab]
    pada tanggal 20 April 2010 pukul 04.42

    Susahnya edit template. :((

Silahkan tinggalkan komentar Anda disini