Tampilkan postingan dengan label KulTwitt. Tampilkan semua postingan

1. Mari Jumat ini mendaras kembali Surat Al Kahfi; mengambil ruh #AshabulKahfi, untuk kemudaan jiwa menghadapi zaman yang cepat berganti.
2. Para pemuda selalu mempesona. Lihatlah mereka: bahkan tidurnya pun membawakan perubahan, apalagi jika mereka terjaga. #AshabulKahfi
3. Muda identik dengan ‘hijau’. Masih hijau artinya terus tumbuh, berkembang, menghasilkan. Sementara yang matang, membusuk. #AshabulKahfi
4. Muda identik dengan ‘tak berpengalaman’. Tapi pengalaman artinya suka hadapi masalah baru dengan cara lama. Itu berbahaya. #AshabulKahfi
5. Muda identik dengan kebersamaan dalam prihatin. Kita kadang lebih sulit bersatu jika merasa telah banyak berpunya, berdaya. #AshabulKahfi
6. Muda identik dengan kejelasan sikap. Hitam/putih. Ya/tidak. Tak ada jalan ketiga. Ini hal tepat dalam soal ‘Aqidah. #AshabulKahfi
7. Muda identik dengan gejolak. Titik temu dari ragam gejolak jadi terobosan. Di situ masa depan, bukan pendalaman bidang tua. #AshabulKahfi
8. Muda identik dengan pesona & ketangguhan fisik. Bagaimanapun 2 hal ini membantu ide perubahan untuk tampil segar & cantik. #AshabulKahfi
9. Muda identik dengan ketergesaan, inginnya wujud sekilat. Maka sabarkan, ‘tidurkan gelora’ senyampang perangkat disiapkan. #AshabulKahfi
10. Muda identik dengan masa ketergodaan & gelimang nikmat. Maka mereka yang memilih jalan sunyi dalam juang, pasti istimewa. #AshabulKahfi

1. Pertama kali kau menyapaku. Tanpa suara. Tetapi sangat asih. Dari diriku yang paling dalam. Disini. #Ibu. Aku di sini.
2. Menjadi #Ibu. Bagi jiwa perempuan penuh kasih adalah mimpi yang dilatih dengan kerinduan, cinta & asahan rasa. Ia mencahaya dalam jiwa.
3. Seruak cita itu adalah fitrah terindah yang dikaruniakan Allah. Kecenderungan, rasa, kemuliaan! #Ibu! Mulia dengan tapak kaki juangnya.
4. Sebab tak seorang pria pun termuliakan begitu tinggi hingga surga berada di telapak kaki. Demi Allah, tak seorang lelaki jua. Hanya #Ibu.
5. #Ibu! Panggilan yang begitu menggetarkan, membiruharu, menggemakan rasa terdalam di lubuk rasa setiap wanita. Ia menggeletarkan cinta.
6. Ada imaji surgawi & gairah hayat menggelora tiap kali kata tiga huruf itu diteriakkan oleh sosok-sosok mungil nan sambut kehadiran. #Ibu!
7. #Ibu, madrasah cantik, tempat anak-anak pertanyakan semesta dgn bahasa paling akrab, harapan paling memuncak, & keingintahuan plg dalam.
8. #Ibu. Dia dermaga nan paling tenang tuk melabuh hati saat mereka merasa teraniaya. Dia belai paling menenteramkan saat mereka gelisah.
9. #Ibu Dia dekapan paling memberi rasa aman saat ketakutan. Dia bahu paling kukuh untuk merebah, bertahan dari amuk badai kesedihan.
10. #Ibu Dia perpustakaan terlengkap, kelas ternyaman, gelanggang terlapang. Tak pernah ia bisa digantikan oleh gedung-gedung tanpa nyawa.
11. #Ibu Panggilan yang meneguhkan keutamaan; diulangkan, didahulukan. Sang Rasul sebut Ibumu tiga kali di depan, ayahmu menyusul kemudian.
12. #Ibu, panggilan perjuangan. Cantik nian senyumnya walau pegal bawa kandungan, susah memilih baringan, bengkak kaki & mual tak tertahan.
13. #Ibu, panggilan kepahlawanan. Seribu sakit berhimpun, tulang berlolosan, syaraf tercabik, robekan pedih, darah bersimbah. Lalu senyum.
14. #Ibu, degub jantungnya menenangkan saat kita didekap mesra, dia relakan jiwa raganya diserap untuk memberi hidup pada makhluq nan baru.
15. Ada pemuda nan berbakti pada #Ibu di masa ‘Umar. Dia menyuapi, mengipas lalat, mengelap peluh, memandikan, urus segala hajat kekotoran.
16. Pemuda itu gendong #Ibu-nya sepanjang jalan. Tiap henti, dia merangkak lengkungkan badan lindungi sang ibu dari mentari & terpaan hujan.
17. “Cukupkan ini untuk membalas segala kebaikan #Ibu di waktu kecilku?”, tanyanya. “Tidak, sama sekali tidak!”, jawab ‘Umar berkaca-kaca.
18. “Sebab #Ibu-mu dulu lakukan semua itu sambil mendoa bagi kehidupanmu. Sementara engkau kini melakukannya sembari menanti kematiannya.”
19. #Ibu, ada wanita yang kini enggan menjadi kata itu. Maka kemuliaan pun enggan menyapa, seirama anggapan bahwa anak adalah belenggu.
20. #Ibu Ketika kata itu dianggap neraka atau penjara, mereka tertuntun memasuki jerat kesendirian yang menuakan, menghampakan, mematikan.
21. #Ibu Ketika kata itu diabaikan, ia enggan menyediakan dermaga tempat para wanita menambat perahu hati, berlabuh dari galau kehidupan.
22. Mungkin memang tak sederhana. Sebab menjadi #Ibu adalah anugerah yang tak semua meraih agungnya. Bahkan imanpun, tak bisa menjaminkan.
23. Sebagaimana Aisyah. Dia ummul mukminin, #Ibu dari semua orang beriman. Tetapi mengandung, melahirkan, menyusui, menimang sibir tulang?
24. Tidak. Aisyah tak diberi Allah luap rasa yang melekati hakikat kata #Ibu itu. Tapi rindu & sabar hati adalah jua kesempatan berpahala.
25. Di lain sosok, kegelisahan, kecemasan, malu & pilu hati jika panggilan #Ibu itu tak segera hadir adalah ujian lain yang menyesakkan.
26. Alasan kesehatan, gangguan organ, serangan kuman, usia rawan persalinan, menjadi gurita kecemasan lain yang mencoraki ujian jadi #Ibu.
27. Allah menjawab doa hambaNya; istri Ibrahim dgn si shalih Ishaq, istri Imran dgn si suci Maryam, istri Zakariya dgn si alim Yahya. #Ibu
28. Mereka rayakan syukur karunia setelah penantian panjang, tubuh nan uzur, uban memutih, doa menghiba, dan rasa yang tersembilu. #Ibu
29. Menjadi #Ibu, kadang jua ujian yang membuat terragukannya suci & ibadah nan terjaga, seperti dialami #Maryam #Maria, ibunda #Isa #Yesus.
30. Begitulah kurnia besar nan di-#SYUKUR-i, #Isa #Yesus nan tiada duanya; selalu jua merupakan ujian besar yang harus di-#SABAR-i #Ibu-nya.
31. Menjadi #Ibu; melahirkan ataupun tidak; ba’da ikhtiar paling gigih, doa paling tulus, dan tawakkal paling pasrah, adalah kemuliaan utuh.
32. Menjadi #Ibu hakiki, Agar Bidadari Cemburu Padamu, terfahamlah kita; kau takkan tersaingi oleh jelita surgawi itu selama-lamanya;) #ABCP

1. Kalau diantara kita tak ada yg berpengaruh, maka di antara kita tak akan ada yg didengar.
2. Kalau di antara kita tak ada yg didengar, maka artinya tidak ada #Pemimpin di antara kita.
3. Ada yg punya jabatan (ketua, kepala, bupati, gubernur, presiden, dll) karena tak didengar maka dia bukan #Pemimpin.
4. Ada yg tak punya jabatan, tapi ada yg mendengarnya dan memiliki pengaruh. Dialah #Pemimpin.
5. Semakin sedikit pengaruh #Pemimpin resmi maka makin banyak #Pemimpin tak resmi muncul.
6. Ini seperti hukum kekekalan energi. Energi #Pemimpin ada tapi tidak berkumpul di satu tempat. Dia berubah bentuk.
7. Kita pun membangun pengaruh, lewat kata2 dan twitter. Kita juga adalah #Pemimpin.
8. Nabi saw berkata “kalian adalah #Pemimpin dan akan ditanya tanggungjawabnya atas amanah yg dipimpin.”
9. Kita sedang berlomba membangun pengaruh dan publik akan menilai siapa yg sebetulnya amanah dengan pengaruhnya?
10. Seperti laron di depan lampu. Lampu ter-kuat nyalanya akan didatangi laron terbanyak.
11. Sebaliknya, lampu terlemah nyalanya akan kehilangan peminat laron2.
12. Semakin banyak nyala lampu karena tak ada larangan membangun pengaruh, laron akan menyebar kemana-mana.
13. Para #Pemimpin tak perlu khawatir dengan menyebarnya kekuasaan. Karena itulah watak demokrasi.
14. Dulu kekuasaan hanya 1 di tangan raja. Raja membuat, melaksanakan dan mengawasi. Lalu muncul trias politika.
15. Setelah trias politika (pemisahan kuasa) muncul media sebagai kekuatan ke-empat.
16. Sebelumnya ada pemisahan troika negara-pasar-rakyat. Jadi pasar dan rakyat bahkan lebih penting di luar negara.
17. Tarik menarik kuasa itu terjadi karena hukum alam mengatur kebebasan manusia mencari bentuk penataan terbaik.
18. Dunia berubah cepat, sekarang muncul lagi #socialmedia yg bisa lebih powerful dari kekuatan ke-empat.
19. Jadi #Pemimpin yg sadar situasinya tidak akan resah gelisah. Inilah sistem terbuka. Tapi banyak yg tdk paham.
20. Ada yg menyebut diri demokrat tapi setiap hari mengkhawatirkan kekuatan rakyatnya. Lalu ingin set up sistem otoriter.
21. Ini yg oleh @anismatta disebut imigran demokrasi. kita, harus jadi native demokrasi. Sekian.

1. Jalan #Ilmu ialah langkah alih bentuk kekayaan; dari materi ke kualitas diri. Seperti Thalut, dipilih Allah sebab kapasitas fisik & ilmu.
2. Imam Ath Thabari ketika menafsir kata "Rabbani" di QS 3: 79 dalam Jami'ul Bayan 'an Ayil Quran menyebut 5 kriteria, penempuh jalan #Ilmu.
3. Ke5nya: 'Alim, Faqih, Bashirun bis Siyasah, Bashirun bit Tadbir, Al Qaim bi Syu'unir Ra'iyah li yushlihu Umura Dinihim wa Dunyahum. #Ilmu
4. Penempuh jalan #Ilmu adalah dia yang 'Alim; sedang & terus berpengetahuan dengan pembelajaran tak kenal henti; mendalamkan & meluaskan.
5. Sang 'Alim tak mendikotomi #Ilmu jadi duniawi-agamawi; semuanya ilmu Allah selama dikaji dengan asmaNya & diguna bagi kemaslahatan insan.
6. Kemunduran abad IV hijriah, telaah Al Ghazali, di antaranya tersebab saling ejeknya para ahli #Ilmu nan terdikotomi duniawi & agamawi.
7. Saat itu, mereka yang belajar #Ilmu fiqh merendahkan pembelajar matematika, astronomi, kedokteran, perdagangan, kimia, tata negara,dll.
8. Sebutan "Budak Dunia" dilekatkan. Sebaliknya, para ahli fiqh dihujat "Munafiq": menjual #Ilmu agama tuk kepentingan dunia; harta & kuasa.
9. Ahli Fiqh, kata Al Ghazali, harus hargai #Ilmu lain; sebab urusan ibadah pun tak bisa lepas dari aneka pengetahuan di luar fiqh tersebut.
10. Bagi orang berpenyakit pencernaan misalnya, dokterlah yang akan jadi Mufti; apakah dia berpuasa Ramadhan atau tidak. Itu #Ilmu agamawi.
11. Demikian jua #Ilmu tekstil; ia sangat agamawi sebab terkait dengan sah-batalnya ibadah dalam tertutupnya aurat; jenis kain hingga model.
12. Pun #Ilmu politik, -Al Ghazali menyebut keengganan muslim berpolitik menyebabkan beberapa PM non muslim-, ia mulia asal akhlaq dijaga.
13. Jadilah 'Alim; ketahui banyak tentang banyak hal, atau minimal spesialis berwawasan luas yang suka berbagi #Ilmu hingga jadi titik temu.
14. Sebab terobosan besar biasanya tak datang dari pendalaman rinci spesialisasi, melainkan titik temu berbagai #Ilmu yang terbuka & maju.
15. Sejalan dengan jadi 'Alim, jadilah jua seorang Faqih. Jangan hanya menjadi perbendaharaan #Ilmu, fahami juga interaksi ilmu-realita.
16. Dalam umpama Asy Syafi'i, seorang ber #Ilmu tak cukup jadi Ahli Hadits, dia haruslah jua seorang Ahli Fiqh. Analoginya: Apoteker-Dokter.
17. Ahli hadits & apoteker memahami #Ilmu segala bahan & racikan. Tapi otoritas beri ramuan & dosis pada 'pasien' ada di Ahli Fiqh & dokter.
18. Sebab ahli fiqh & dokter tak hanya berpegang #Ilmu bahan & racikan, melainkan juga mempertimbangkan kondisi fisik, organ, & metabolisme.
19. Maka mari menjadi Faqih; bagai Rahib khusyu' di laboratorium & atmosfer #Ilmu, bagai singa tangkas & cermat menghadapi persoalan nyata.
20. Sifat Rabbani ke-3, urai Ath Thabari; Bashirun bis Siyasah, melek politik. Fahami agar tak terbudak, gunakan ia luaskan #Ilmu keshalihan.
21. Sebab politik menyentuh sisi terluas kehidupan komunal, insan ber #Ilmu jangan sampai rabun sampai tak sadar disalahguna oleh kejahatan.
22. Sebab kuasa kejahatan dunia politik yang berhasil memperbudak ahli #Ilmu akan menebar kerusakan yang sulit ditanggulangi. Mari waspada.
23. Sisi lain, penempuh jalan #Ilmu harus punya Political Awareness demi tercapainya tahap demi tahap tujuan kuasa keshalihan nan melayani.
24. Lihat secontoh; Hijrah ke Habasyah. Mengapa yang berhijrah justru Ja’far, Utsman, & para bangsawan; bukan Bilal dkk nan tertindas? #Ilmu
25. Sebab ada tujuan politik kebajikan. Pertama, mengguncang kuasa tribalistik Quraisy; Makkah merenung saat warga terhormatnya pergi. #Ilmu
26. Ke-2; mengeksiskan muhajirin. Andai yang pergi para budak, Duta Besar Quraisy akan mudah mendeportasi mereka dengan alasan 'lari'. #Ilmu
27. Ke-3, menyiarkan kehadiran Islam pada dunia. Habasyah, subordinat Romawi nan istimewa, isu di sana menyebar ke seluruh kekaisaran. #Ilmu
28. Ke-4, Najasyi Habasyah dikenal adil & uskup-uskupnya berpengaruh. Interaksi muhajirin dengan mereka adalah pembelajaran berharga. #Ilmu
29. Demikianlah, ujar Al Ghadban, tiap langkah dakwah Nabi menunjukkan mendalamnya Political Awareness beliau; analisa maupun tindakan #Ilmu
30. Sifat Rabbani ke-4, catat Ath Thabari; Bashirun bit Tadbir; melek manajemen. Para ahli #Ilmu hendaknya memahami pengelolaan resources.
31. Bukan cuma soal perencanaan, penataan, pelaksanaan, & kendali; melainkan bagaimana mengelola hati dari sosok-sosok penuh potensi. #Ilmu
32. Lihat misalnya pemberdayaan SDM: "Yang terbaik dari kalian di masa jahiliah akan jadi nan terbaik dalam Islamnya, jika memahami." #Ilmu
33. Mengutip Al Ghadban, kita bisa telaah diangkatnya 'Amr ibn Al Ash sebagai panglima bawahi Abu Bakr & Umar begitu dia masuk Islam. #Ilmu
34. Saking gembira & bangga dengan sambutan Nabi serta pengangkatannya sebagai panglima, 'Amr bertanya, "Siapa yang paling kau cinta?" #Ilmu
35. Maksud hati menyangka dirinya, tapi Sang Nabi menjawab dalam senyum, "'Aisyah". "Maksudku yang laki-laki!", desak 'Amr. "Ayahnya!" #Ilmu
36. 'Amr: Lalu siapa lagi? Nabi: Ayah Hafshah. 'Amr: Sesudah itu? Nabi: Suami Ummu Kultsum. 'Amr: Selanjutnya? Nabi: Suami Fathimah. #Ilmu
37. "Lalu kuhentikan tanya", aku 'Amr, "Sebab khawatir namaku disebut paling akhir." Pemuliaannya dahsyat, tapi Nabi jujur dalam cinta #Ilmu
38. Maka berangkatlah 'Amr bersama pasukannya, Ash Shiddiq & Al Faruq mengiring. Petang menjelang, mereka berkemah di cekungan gurun. #Ilmu
39. Saat beberapa memasak & hangatkan badan, mendadak 'Amr memerintahkan untuk mematikan api. 'Umar marah & bangkit, "Apa maksudmu?" #Ilmu
40. Abu Bakr menenangkan 'Umar yang keberatan & nyaris tengkar dengan sang panglima. "Taatilah Ulil Amri nan diangkat Nabi saudaraku!" #Ilmu
41. Setelah itu, 'Amr memerintahkan untuk tak bicara & tak bergerak. Lalu terdengarlah derap ratusan kuda & teriakan perang membahana. #Ilmu
42. Sadarlah semua bahwa mereka dipimpin panglima yang lihai membaca tanda alam & kehadiran musuh; 'Amr ibn Al 'Ash. 'Umar minta maaf. #Ilmu
43. Esok pagi, mereka sampai di tempat yang diarahkan Nabi. 'Amr menyuruh pasukan berhenti & minta izin untuk masuk kota seorang diri. #Ilmu
44. "Jika sampai Dhuhr tiba aku belum kembali", ujar 'Amr, "Serbu masuk di bawah pimpinan Abu Bakr!", pesannya. 'Umar memprotes lagi. #Ilmu
45. "Semua juga berhak atas jihad, bukan hanya kau sendiri! Semua harus ditanggung bersama!", kecam 'Umar. Abu Bakr menenangkan lagi. #Ilmu
46. Belum berakhir waktu Dhuha, 'Amr sudah kembali pada pasukannya disertai pemimpin kaum itu. Semua warga kini berislam tanpa syarat. #Ilmu
47. Semua kini tahu, Nabi pilihkan mereka panglima yang lisannya lebih tajam dari seribu pedang; 'Amr ibn Al 'Ash. 'Umar memeluknya. #Ilmu
48. Nabi hargai potensi besar macam 'Amr -juga Khalid- diiringi penginsyafan bahwa mereka harus berjuang lebih keras tuk cinta Ilahi. #Ilmu
49. Para pionir Islam ada di hati & cintanya. Tokoh hebat yang bergabung belakangan merasakan penghargaan, kesempatan bakti, & nasehat #Ilmu
50. Ketika 'Abdurrahman ibn 'Auf menentang kebrutalan Khalid lalu Khalid mengkasarinya, Nabi menegur Khalid dengan kalimat dahsyat. #Ilmu
51. Jangan pernah kau cela sahabatku hai Khalid. Demi Allah, andai kau infak emas segunung Uhud, takkan bisa samai segenggam kurmanya! #Ilmu
52. Apa Khalid bukan sahabat? Ya sahabat. Tapi 8 bln nan penuh kemenangan itu jadi mungil disandingkan 20 th luka & duka 'Abdurrahman. #Ilmu
53. Uhud; kata itu menusuk nurani Khalid. Di sana 'Abdurahman jadikan tubuhnya perisai lindungi Nabi saat Khalid berusaha bunuh beliau #Ilmu
54. Infaq; segenggam kurma 'Abdurrahman tak tertandingi emas sepenuh gunung. Tapi memangnya pernah 'Abdurrahman infaq cuma segenggam? #Ilmu
55. Sekali ajakan Nabi, 'Abdurrahman bisa mengeluarkan 40.000 dinar (x @ Rp. 1,67 Jt), kadang jua 1000 unta beserta seluruh muatannya. #Ilmu
56. Bagaimana mungkin Khalid -apa lagi kita- bisa mengejarnya? Sejak saat itu, Khalid yang semula ganas & angkuh jadi lebih terkendali #Ilmu
57. Kisah tentang 'Amr & Khalid adalah cerita melek manajemen tercontoh dari Sang Nabi untuk kita teladani sebagai penempuh jalan #Ilmu.
58. Kembali ke Ath Thabari, sifat ke-5 penempuh jalan #Ilmu Rabbani ialah Al Qaim bisy Syu'unir Ra'iyah liyushlihu Umura Dinihim wa Dunyahum
59. Artinya; terlibat aktif tegakkan urusan-urusan kerakyatan tuk memperbaiki perkara agama maupun dunia mereka. Ahli #Ilmu harus berjuang.
60. Asas utama langgengnya nilai & tatanan -baik kebaikan maupun kejahatan- adalah kebermanfaatan nan dirasakan kaum luas. (QS 13: 17) #Ilmu
61. Sebab kejahatan sering tersamarkan oleh keberhasilan yang diraihnya, ahli #Ilmu harus tak sekedar sukses, melainkan jua bermanfaat luas.
62. Keterlibatan ahli #Ilmu dalam pengentasan kemiskinan & distribusi sumberdaya jadi jaminan kesehatan & pendidikan; memuliakan keduanya.
63. Ahli #Ilmu semacam itu pasti menjadi inspirasi; GURU: di-GUgu (ditaati) & di-tiRU (diteladani). Ilmu jadikan amal shalihnya tumpah ruah.
64. Seperti Nabi; tak hanya membaca ayat & mensuci jiwa. Dia kenalkan Allah lewat kerja kebajikan; bebaskan budak, santuni fakir-yatim #Ilmu
65. Pun dalam tindasan, itu terus dilakukan; hingga kelak ketika menggenggam kuasa dengan jemari cinta, tak lagi gagap jamakkan karya. #Ilmu
66. Jalan #Ilmu yang berat ini dengan kelima kualitas nan dituntutkan via Tafsir Ath Thabari, harus dimulai dengan 6 modal ala Asy Syafi'i.
67. Ke-6 modal manusia pembelajar yang dinisbat pada Asy Syafi'i itu; Dzaka', Hirsh, Ijtihad, Dirham, Shahibul Ustadz, & Thuuluz Zaman #Ilmu
68. Modal ke-1 pembelajar di Jalan #Ilmu adalah dzaka': cerdas. Bukan sembarang cerdas, tapi kecerdasan yang dekat dengan zaka'. (kesucian)
69. Daya hafal, ketajaman telaah, & ketepatan simpulan berkait dengan kebersihan jasad dari barang haram & kesucian batin dari dosa. #Ilmu
70. Sebait terkenal dari Asy Syafi'i: Kuadukan pada Waki' buruknya hafalan #Ilmu-ku, maka dinasehatinya aku tuk tinggalkan maksiat kelabu..
71. ...Sesungguhnya #Ilmu Allah adalah gemerlap cahaya. Dan cahaya Allah takkan diberikan pada pendosa pendurhaka. (Waki' adalah gurunya)

2. Imam Ath Thabari ketika menafsir kata "Rabbani" di QS 3: 79 dalam Jami'ul Bayan 'an Ayil Quran menyebut 5 kriteria, penempuh jalan #Ilmu.
3. Ke5nya: 'Alim, Faqih, Bashirun bis Siyasah, Bashirun bit Tadbir, Al Qaim bi Syu'unir Ra'iyah li yushlihu Umura Dinihim wa Dunyahum. #Ilmu
4. Penempuh jalan #Ilmu adalah dia yang 'Alim; sedang & terus berpengetahuan dengan pembelajaran tak kenal henti; mendalamkan & meluaskan.
5. Sang 'Alim tak mendikotomi #Ilmu jadi duniawi-agamawi; semuanya ilmu Allah selama dikaji dengan asmaNya & diguna bagi kemaslahatan insan.
6. Kemunduran abad IV hijriah, telaah Al Ghazali, di antaranya tersebab saling ejeknya para ahli #Ilmu nan terdikotomi duniawi & agamawi.
7. Saat itu, mereka yang belajar #Ilmu fiqh merendahkan pembelajar matematika, astronomi, kedokteran, perdagangan, kimia, tata negara,dll.
8. Sebutan "Budak Dunia" dilekatkan. Sebaliknya, para ahli fiqh dihujat "Munafiq": menjual #Ilmu agama tuk kepentingan dunia; harta & kuasa.
9. Ahli Fiqh, kata Al Ghazali, harus hargai #Ilmu lain; sebab urusan ibadah pun tak bisa lepas dari aneka pengetahuan di luar fiqh tersebut.
10. Bagi orang berpenyakit pencernaan misalnya, dokterlah yang akan jadi Mufti; apakah dia berpuasa Ramadhan atau tidak. Itu #Ilmu agamawi.
11. Demikian jua #Ilmu tekstil; ia sangat agamawi sebab terkait dengan sah-batalnya ibadah dalam tertutupnya aurat; jenis kain hingga model.
12. Pun #Ilmu politik, -Al Ghazali menyebut keengganan muslim berpolitik menyebabkan beberapa PM non muslim-, ia mulia asal akhlaq dijaga.
13. Jadilah 'Alim; ketahui banyak tentang banyak hal, atau minimal spesialis berwawasan luas yang suka berbagi #Ilmu hingga jadi titik temu.
14. Sebab terobosan besar biasanya tak datang dari pendalaman rinci spesialisasi, melainkan titik temu berbagai #Ilmu yang terbuka & maju.
15. Sejalan dengan jadi 'Alim, jadilah jua seorang Faqih. Jangan hanya menjadi perbendaharaan #Ilmu, fahami juga interaksi ilmu-realita.
16. Dalam umpama Asy Syafi'i, seorang ber #Ilmu tak cukup jadi Ahli Hadits, dia haruslah jua seorang Ahli Fiqh. Analoginya: Apoteker-Dokter.
17. Ahli hadits & apoteker memahami #Ilmu segala bahan & racikan. Tapi otoritas beri ramuan & dosis pada 'pasien' ada di Ahli Fiqh & dokter.
18. Sebab ahli fiqh & dokter tak hanya berpegang #Ilmu bahan & racikan, melainkan juga mempertimbangkan kondisi fisik, organ, & metabolisme.
19. Maka mari menjadi Faqih; bagai Rahib khusyu' di laboratorium & atmosfer #Ilmu, bagai singa tangkas & cermat menghadapi persoalan nyata.
20. Sifat Rabbani ke-3, urai Ath Thabari; Bashirun bis Siyasah, melek politik. Fahami agar tak terbudak, gunakan ia luaskan #Ilmu keshalihan.
21. Sebab politik menyentuh sisi terluas kehidupan komunal, insan ber #Ilmu jangan sampai rabun sampai tak sadar disalahguna oleh kejahatan.
22. Sebab kuasa kejahatan dunia politik yang berhasil memperbudak ahli #Ilmu akan menebar kerusakan yang sulit ditanggulangi. Mari waspada.
23. Sisi lain, penempuh jalan #Ilmu harus punya Political Awareness demi tercapainya tahap demi tahap tujuan kuasa keshalihan nan melayani.
24. Lihat secontoh; Hijrah ke Habasyah. Mengapa yang berhijrah justru Ja’far, Utsman, & para bangsawan; bukan Bilal dkk nan tertindas? #Ilmu
25. Sebab ada tujuan politik kebajikan. Pertama, mengguncang kuasa tribalistik Quraisy; Makkah merenung saat warga terhormatnya pergi. #Ilmu
26. Ke-2; mengeksiskan muhajirin. Andai yang pergi para budak, Duta Besar Quraisy akan mudah mendeportasi mereka dengan alasan 'lari'. #Ilmu
27. Ke-3, menyiarkan kehadiran Islam pada dunia. Habasyah, subordinat Romawi nan istimewa, isu di sana menyebar ke seluruh kekaisaran. #Ilmu
28. Ke-4, Najasyi Habasyah dikenal adil & uskup-uskupnya berpengaruh. Interaksi muhajirin dengan mereka adalah pembelajaran berharga. #Ilmu
29. Demikianlah, ujar Al Ghadban, tiap langkah dakwah Nabi menunjukkan mendalamnya Political Awareness beliau; analisa maupun tindakan #Ilmu
30. Sifat Rabbani ke-4, catat Ath Thabari; Bashirun bit Tadbir; melek manajemen. Para ahli #Ilmu hendaknya memahami pengelolaan resources.
31. Bukan cuma soal perencanaan, penataan, pelaksanaan, & kendali; melainkan bagaimana mengelola hati dari sosok-sosok penuh potensi. #Ilmu
32. Lihat misalnya pemberdayaan SDM: "Yang terbaik dari kalian di masa jahiliah akan jadi nan terbaik dalam Islamnya, jika memahami." #Ilmu
33. Mengutip Al Ghadban, kita bisa telaah diangkatnya 'Amr ibn Al Ash sebagai panglima bawahi Abu Bakr & Umar begitu dia masuk Islam. #Ilmu
34. Saking gembira & bangga dengan sambutan Nabi serta pengangkatannya sebagai panglima, 'Amr bertanya, "Siapa yang paling kau cinta?" #Ilmu
35. Maksud hati menyangka dirinya, tapi Sang Nabi menjawab dalam senyum, "'Aisyah". "Maksudku yang laki-laki!", desak 'Amr. "Ayahnya!" #Ilmu
36. 'Amr: Lalu siapa lagi? Nabi: Ayah Hafshah. 'Amr: Sesudah itu? Nabi: Suami Ummu Kultsum. 'Amr: Selanjutnya? Nabi: Suami Fathimah. #Ilmu
37. "Lalu kuhentikan tanya", aku 'Amr, "Sebab khawatir namaku disebut paling akhir." Pemuliaannya dahsyat, tapi Nabi jujur dalam cinta #Ilmu
38. Maka berangkatlah 'Amr bersama pasukannya, Ash Shiddiq & Al Faruq mengiring. Petang menjelang, mereka berkemah di cekungan gurun. #Ilmu
39. Saat beberapa memasak & hangatkan badan, mendadak 'Amr memerintahkan untuk mematikan api. 'Umar marah & bangkit, "Apa maksudmu?" #Ilmu
40. Abu Bakr menenangkan 'Umar yang keberatan & nyaris tengkar dengan sang panglima. "Taatilah Ulil Amri nan diangkat Nabi saudaraku!" #Ilmu
41. Setelah itu, 'Amr memerintahkan untuk tak bicara & tak bergerak. Lalu terdengarlah derap ratusan kuda & teriakan perang membahana. #Ilmu
42. Sadarlah semua bahwa mereka dipimpin panglima yang lihai membaca tanda alam & kehadiran musuh; 'Amr ibn Al 'Ash. 'Umar minta maaf. #Ilmu
43. Esok pagi, mereka sampai di tempat yang diarahkan Nabi. 'Amr menyuruh pasukan berhenti & minta izin untuk masuk kota seorang diri. #Ilmu
44. "Jika sampai Dhuhr tiba aku belum kembali", ujar 'Amr, "Serbu masuk di bawah pimpinan Abu Bakr!", pesannya. 'Umar memprotes lagi. #Ilmu
45. "Semua juga berhak atas jihad, bukan hanya kau sendiri! Semua harus ditanggung bersama!", kecam 'Umar. Abu Bakr menenangkan lagi. #Ilmu
46. Belum berakhir waktu Dhuha, 'Amr sudah kembali pada pasukannya disertai pemimpin kaum itu. Semua warga kini berislam tanpa syarat. #Ilmu
47. Semua kini tahu, Nabi pilihkan mereka panglima yang lisannya lebih tajam dari seribu pedang; 'Amr ibn Al 'Ash. 'Umar memeluknya. #Ilmu
48. Nabi hargai potensi besar macam 'Amr -juga Khalid- diiringi penginsyafan bahwa mereka harus berjuang lebih keras tuk cinta Ilahi. #Ilmu
49. Para pionir Islam ada di hati & cintanya. Tokoh hebat yang bergabung belakangan merasakan penghargaan, kesempatan bakti, & nasehat #Ilmu
50. Ketika 'Abdurrahman ibn 'Auf menentang kebrutalan Khalid lalu Khalid mengkasarinya, Nabi menegur Khalid dengan kalimat dahsyat. #Ilmu
51. Jangan pernah kau cela sahabatku hai Khalid. Demi Allah, andai kau infak emas segunung Uhud, takkan bisa samai segenggam kurmanya! #Ilmu
52. Apa Khalid bukan sahabat? Ya sahabat. Tapi 8 bln nan penuh kemenangan itu jadi mungil disandingkan 20 th luka & duka 'Abdurrahman. #Ilmu
53. Uhud; kata itu menusuk nurani Khalid. Di sana 'Abdurahman jadikan tubuhnya perisai lindungi Nabi saat Khalid berusaha bunuh beliau #Ilmu
54. Infaq; segenggam kurma 'Abdurrahman tak tertandingi emas sepenuh gunung. Tapi memangnya pernah 'Abdurrahman infaq cuma segenggam? #Ilmu
55. Sekali ajakan Nabi, 'Abdurrahman bisa mengeluarkan 40.000 dinar (x @ Rp. 1,67 Jt), kadang jua 1000 unta beserta seluruh muatannya. #Ilmu
56. Bagaimana mungkin Khalid -apa lagi kita- bisa mengejarnya? Sejak saat itu, Khalid yang semula ganas & angkuh jadi lebih terkendali #Ilmu
57. Kisah tentang 'Amr & Khalid adalah cerita melek manajemen tercontoh dari Sang Nabi untuk kita teladani sebagai penempuh jalan #Ilmu.
58. Kembali ke Ath Thabari, sifat ke-5 penempuh jalan #Ilmu Rabbani ialah Al Qaim bisy Syu'unir Ra'iyah liyushlihu Umura Dinihim wa Dunyahum
59. Artinya; terlibat aktif tegakkan urusan-urusan kerakyatan tuk memperbaiki perkara agama maupun dunia mereka. Ahli #Ilmu harus berjuang.
60. Asas utama langgengnya nilai & tatanan -baik kebaikan maupun kejahatan- adalah kebermanfaatan nan dirasakan kaum luas. (QS 13: 17) #Ilmu
61. Sebab kejahatan sering tersamarkan oleh keberhasilan yang diraihnya, ahli #Ilmu harus tak sekedar sukses, melainkan jua bermanfaat luas.
62. Keterlibatan ahli #Ilmu dalam pengentasan kemiskinan & distribusi sumberdaya jadi jaminan kesehatan & pendidikan; memuliakan keduanya.
63. Ahli #Ilmu semacam itu pasti menjadi inspirasi; GURU: di-GUgu (ditaati) & di-tiRU (diteladani). Ilmu jadikan amal shalihnya tumpah ruah.
64. Seperti Nabi; tak hanya membaca ayat & mensuci jiwa. Dia kenalkan Allah lewat kerja kebajikan; bebaskan budak, santuni fakir-yatim #Ilmu
65. Pun dalam tindasan, itu terus dilakukan; hingga kelak ketika menggenggam kuasa dengan jemari cinta, tak lagi gagap jamakkan karya. #Ilmu
66. Jalan #Ilmu yang berat ini dengan kelima kualitas nan dituntutkan via Tafsir Ath Thabari, harus dimulai dengan 6 modal ala Asy Syafi'i.
67. Ke-6 modal manusia pembelajar yang dinisbat pada Asy Syafi'i itu; Dzaka', Hirsh, Ijtihad, Dirham, Shahibul Ustadz, & Thuuluz Zaman #Ilmu
68. Modal ke-1 pembelajar di Jalan #Ilmu adalah dzaka': cerdas. Bukan sembarang cerdas, tapi kecerdasan yang dekat dengan zaka'. (kesucian)
69. Daya hafal, ketajaman telaah, & ketepatan simpulan berkait dengan kebersihan jasad dari barang haram & kesucian batin dari dosa. #Ilmu
70. Sebait terkenal dari Asy Syafi'i: Kuadukan pada Waki' buruknya hafalan #Ilmu-ku, maka dinasehatinya aku tuk tinggalkan maksiat kelabu..
71. ...Sesungguhnya #Ilmu Allah adalah gemerlap cahaya. Dan cahaya Allah takkan diberikan pada pendosa pendurhaka. (Waki' adalah gurunya)

1. Dalam isyarat Nabi tentang #Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati
2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya
3. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan
4. Persiapan #Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.”
5. Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah
2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya
3. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan
4. Persiapan #Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.”
5. Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah
6. Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. #Nikah
7. Jika kesiapan #Nikah diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup
8. Izinkan saya membagi Persiapan #Nikah dalam 5 ranah: Ruhiyah, ‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)
9. Persiapan #Nikah perlu start awal. Salim nikah usia 20 th, tapi karena persiapannya dimulai umur 15 th, maka tak bisa disebut tergesa
10. Sebaliknya, ada orang yang #Nikah-nya umur 30 th, tapi persiapan penuh kesadaran baru dimulai umur 29,5 th. Itu namanya tergesa-gesa
11. Kita mulai dari yang pertama; Persiapan Ruhiyah. Ialah nan paling mendasar. Segala persiapan #Nikah lainnya berpijak pada yang satu ini
12. Persiapan Ruhiyah (Spiritual) ada pada soal menata diri menerima ujian & tanggungjawab hidup nan lebih berlipat, berkelindan. #Nikah
13. (QS Ali Imran 14): Sebelum nikah ujian kita linear: pasangan hidup. Begitu #Nikah berjejalin: pasangan, anak, harta, gengsi, investasi
14. Sebelum #Nikah, grafik hidup kita analog dengan amplitudo kecil. Setelah menikah, ia digital variatif; kalau bukan NIKMAT, ya MUSIBAH
15. Maka termakna jua dalam Persiapan Ruhiyah terkait #Nikah adalah kemampuan mengelola SABAR dan SYUKUR menghadapi tantangan-tantangan itu
16. SABAR & SYUKUR itu semisal tentang pasangan; ia keinsyafan bahwa tak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki lebih & kurangnya. #Nikah
17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua. #Nikah
18. ‘Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan sampai banting piring di depan tamu #Nikah
19. Persiapan Ruhiyah #Nikah adalah mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Dari harapan akan apa nan diperoleh, menuju nan apa akan dibaktikan
20. Jika #Nikah masih terbayang sbb: lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin. Itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa
21. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit, & tukang cuci;) Ber-obsesilah dalam #Nikah. “Apa obsesimu?”
22. Obsesi sebagai Persiapan Ruhiyah #Nikah semisal: Bagaimana kau akan berjuang sebagai suami/isteri ayah/ibu untuk mensurgakan keluargamu?
23. Usai itu, di antara persiapan Ruhiyah #Nikah adalah menata ketundukan pada segala ketentuanNya dalam rumahtangga & masalah-masalahnya
24. Lalu persiapan ‘Ilmiyah-Tsaqafiyah (Pengetahuan) #Nikah, meliput banyak hal semisal Fiqh, Komunikasi Pasangan, Parenting, Manajemen, dll
25. Bukan Ustadz-pun, tiap muslim harus sampai pada batas minimal lmu syar’i nan dibutuhkan dalam berhidup, berinteraksi, berkeluarga #Nikah
26. Lalu tentang komunikasi pasangan; seringnya masalah rumahtangga bukan krn ada maksud jahat, melainkan maksud baik nan kurang ilmu #Nikah
27. Sungguh harus diilmui bahwa lelaki & perempuan diciptakan berbeda dengan segala kekhasannya, untuk saling memahami & bersinergi. #Nikah
28. Contoh beda hadapi masalah & tekanan; Wanita: berbagi, didengarkan, dimengerti. Lelaki: menyendiri, kontemplasi, rumuskan solusi #Nikah
29. Bayangkan jika perbedaan itu dibawa dalam sikap dengan asumsi: “Aku mencintaimu seperti aku ingin dicintai” Konflik pasti meraja. #Nikah
30. ->Suami pulang dgn masalah berat disambut isteri yg memaksa ingin tahu & dengar problemnya, padahal ia ingin sendiri & bersolusi. #Nikah
32. Sebaliknya-> Isteri yg sdg ingin didengar lalu curhat ke suami, suami malah tawarkan solusi. Padahal dia hanya ingin dimengerti. #Nikah
33. Isteri: Mas aku capek, rumah berantakan bla-bla-bla. Suami: OK, kita cari pembantu. I: O, jadi aku dianggap pembantu?!. S: Lho?! #Nikah
34. BEDA lagi: Suami single tasking, bisa marah kalau isterinya nan multitasking memintanya kerjakan beberapa hal berrangkai-rangkai. #Nikah
35. BEDA lagi: Isteri sering berkalimat tak langsung nan tak difahami suami. Ie: Mas, Salma belum dijemput, aku masih harus masak! #Nikah
36. -> Jawab suami: Oh, kalau gitu biar nanti Salma pulang sendiri” Dijamin para isteri gondok, sebab maksudnya: Tolong jemput Salma! #Nikah
37. BEDA. Bagi suami masalah hrs disederhanakan (Spiral ke dalam). Bagi isteri, tiap detail & keterkaitan sgt penting (Spiral keluar) #Nikah
38. Dan banyak lagi BEDA yang jk tak diilmui potensial jd masalah serius. Lengkapnya di Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4
39. Next: Parenting. Waktu kita sempit; belum puas belajar jd suami/isteri, tiba-tiba sdh jd ayah/ibu. Maka segeralah belajar jd Ortu #Nikah
40. Anak adl karunia yg hiasi hidup, amanah (lahir dalam fitrah, kembalikan ke Allah dalam fitrah), pahala, sekaligus fitnah (ujian). #Nikah
41. Maka mengilmui hingga detail-detail kecil soal parenting adalah niscaya. ie Hadits: renggutan kasar pd bayi membekas di jiwa. #Nikah
42. Uji kecil buat calon ibu & ayah: “Apa yang anda lakukan saat anak lari-larian di depan rumah lalu GABRUSS, jatuh berdebam?” #Nikah
43. LAZIM: “Sudah dibilang, jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!” -> Anak belajar utk menganggap dirinya selalu bersalah dalam hidupnya. #Nikah
44. LAZIM: “iih, batunya nakal ya Nak! Sini Ibu balaskan!” -> Anak belajar salahkan keadaan sekitar utk excuse dr kurangnya ikhtiyar. #Nikah
45. LAZIM: “Hm, nggak apa-apa, nggak sakit, cuma kayak gitu!” -> Ketakpekaan. Hati-hati dibalas saat kita sdh tua & sakit-sakitan;P #Nikah
46. Alangkah bahaya tiap huruf dari lisan bg masa depan anak kita. Latihlah dia agar lempang (tanpa dusta & tipu) dlm taqwa (QS 4: 9) #Nikah
47. Kita masuk persiapan Jasadiyah (Fisik) untuk #Nikah. Ini jua perkara penting sebab terkait dengan keamanan, kenyamanan, & ketenagaan
48. Awal-awal, periksa & konsultasilah ke dokter atas termungkinnya sgl penyakit tubuh, lebih-lebih nan terkait kesehatan reproduksi #Nikah
49. Per #Nikah-an itu utuh di segala sisi diri, maka menjalani terapi & rawatan tertentu untuk membaikkan fisik adalah jua hal yang utama
50. Fisik kita & pasangan bertanggungjawab lahirkan generasi penerus yang lebih baik. Maka perbaiki daya & staminanya sejak sekarang. #Nikah
51. Perbaiki pola asup, tata gizi seimbang. Allah akan mintai tg jawab jajan sembarangan jika ia jadi sebab jeleknya kualitas penerus #Nikah
52. Bangun kebiasaan olahraga ilmiah; tak asal gerak tapi membugarkan, menyehatkan, melatih ketahanan. Tugas fisik berlipat 3 setelah #Nikah
53. Jadi, target persiapan fisik #Nikah itu 3 tingkatan; PRIMER: sehat & aman penyakit, SEKUNDER: bugar & tangkas, TERSIER: beauty & charm;)
54. Selanjutnya, persiapan Maliyah (finansial), ini yang paling sering menghantui & membuat ragu sepertinya. Padahal ianya sederhana. #Nikah
55. Yang tepat bicara persiapan Maliyah ini sebenarnya Ust. @ahmadgozali, izinkan Salim lancang singgung sedikit dgn ilmu nan dangkal #Nikah
56. Konsep awal; tugas suami adalah menafkahi, BUKAN mencari nafkah. Nah, bekerja itu keutamaan & penegasan kepemimpinan suami. #Nikah
57. Ingat & catat: Persiapan finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang, rumah, & kendaraan yang harus anda punya
58. Persiapan finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia
59. Maka memulai per #nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan, rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik menafkahi
60. ‘Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari nol, melainkan minus: rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung hutang oleh Nabi
61. Tetapi ‘Ali menunjukkan diri sebagai calon suami kompeten; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan upah segenggam kurma. #Nikah
62. Maka sesudah kompetensi & kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman menuntun: #Nikah itu buat kaya (QS 24: 32)
63. Agak malu, Salim juga minus saat nikah; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun menurut proyeksi hasil kerja saat itu. #Nikah
64. Tetapi Allah Maha Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi penyemangat; hutang itu selesai dalam 2 bulan
65. Buatlah proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan pertolongan Allah dlm hitungan, tapi siaplah dgn kejutanNya;)
66. Kemapanan itu tidak abadi. Saya memilih #Nikah di usia 20 saat belum mapan agar tersiapkan isteri untuk hadapi lapang maupun sempitnya;)
67. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif menurut penelitian Linda J. Waite (Psikolog UCLA), signifikan memperkuat ikatan cinta #Nikah
68. Ketidakmapanan nan dinamis menurut penelitian Karolinska Institute Swedia, menguatkan jantung, meningkatkan angka harapan hidup. #Nikah
69. Karolinska Institute: kemapanan lemahkan daya tahan jantung thd serangan. Di Swedia, biasanya yang kena infark langsung wafat PNS #Nikah
70. Persiapan #Nikah yang sering terabai ialah nan kelima ini: Ijtima’iyah (Sosial). Pernikahan adalah peristiwa yg kompleks secara sosial
71. Sebuah per #Nikah-an yang utuh punya visi & misi kemasyarakatan untuk menjadi pilar kebajikan di tengah kemajemukan suatu lingkungan
72. Untuk itu, mereka yang akan me #Nikah hendaknya mengasah keterampilan sosialnya jauh-jauh hari, sekaligus sebagai bagian pendewasaan
73. Membiasakan mengkomunikasikan prinsip-prinsip nan diyakini terkait per #Nikah-an & kehidupan kepada Ortu bisa jadi bagian dari latihan
74. Prinsip Quran tentang hubungan dengan Ortu ialah ‘persahabatan’, Wa Shaahibhuma (QS Luqman 15). Gunakan itu untuk dewasakan diri. #Nikah
75. Maka kadang Salim menilai kedewasaan kawan yang ingin me #Nikah dengan keberhasilannya untuk komunikasikan prinsip pada Ortu scr ma’ruf
76. Persiapan kemasyarakatan: kumpulkan modal sosial sebanyak-banyaknya; bahasa, ilmu sosio-antropologis, kelincahan organisasi, dll. #Nikah
77. Per #Nikah-an kita harus hadir sbg pengokoh kebajikan masyarakat, bukan beban ataupun pelengkap-penderita. Utama lagi, jadi pelopor
78. Mulailah dgn perkenalan berkesan pada lingkungan. Saat walimah nanti; tetangga rumah tinggal setelah #Nikah adl yg plg berhak diundang
79. Jika harus pindah tempat tinggal, mulai jg dgn perkenalan. Pr tokoh: datangi silaturrahim. Masyarakat umum: undang tasyakuran. #Nikah
80. Stl itu, target besarnya adl menjadikan pintu rumah kita sbg yang plg pertama diketuk saat masyarakat sekitar memerlukan bantuan. #Nikah
81. Tentu berat menopangnya sendiri. Mk yang harus kita punya bkn hanya ASET, melainkan juga AKSES. Bangun jaringan slg menguatkan. #Nikah
82. Ilmuilah bgmn cr menguruskan jaminan kesehatan miskin, beasiswa tak mampu, biaya RS, mobil jenazah gratis, dll DEMI TETANGGA KITA #Nikah
83. Tampillah sbg yang penting & bermanfaat dlm hajat-hajat kebahagiaan maupun duka tetangga, juga rayaan-rayaan sosial-masyarakat. #Nikah
84. Tampillah sbg yang terbaik sejangkau suai kemampuan; Imam Masjid, muadzin, Guru TPA, Bendahara RT, Ketua RW, Pendoa jenazah, dst #Nikah
85. Tampillah sbg nan paling besar kontribusi dlm kebaikan-kebaikan sosial: Agustusan, Syawalan, Kerja Bakti, Arisan, Pengajian, dst #Nikah
86. Ringkas kata untuk persiapan sosial #Nikah ini adalah bermampu diri utk menjadi pribadi & keluarga yg AMAN, RAMAH, BERMANFAAT #Nikah
87. Tuntaslah KulTwit Persiapan #Nikah yg diambil dr bagian awal buku Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4 Semoga manfaat;)

#Waktu# 1) Setiap kali ada pergantian tahun seperti skrg..saya selalu membangunkan kembali kesadaran sy ttg waktu..dan cara merasakannya..
#waktu#2) Cara setiap org merasakan waktu berbeda krn “satuan waktu” yg mrk gunakan jg berbeda..itu lahir dr falsafah hdp yg jg berbeda..
#waktu#3) Jika kita memaknai hidup sebagai pertanggungjawaban..maka waktu adalah masa kerja..waktu adalah kehidupan itu sendiri..
#waktu#4) Org2 beriman membagi waktu – seperti jg hidup – kedalam waktu dunia dan waktu akhirat..itu 2 sistem waktu yg sama sekali berbeda..
#waktu#5) Waktu dunia adalah waktu kerja..waktu akhirat adalah waktu pertanggungjawaban dan pembalasan atas nilai waktu kerja di dunia..
#waktu#6) Waktu kerja di dunia mengharuskan kita memaknai setiap satuan waktu sebagai satuan kerja..1 unit waktu hrs sm dgn 1 unit amal..
#waktu#7) Persamaan itu..1 unit waktu sm dgn 1 unit kerja..membuat hdp kita jadi padat sepadat-padatnya, nilai waktu terletak pd isinya, kerja!
#waktu#8) Tdk ada hal yg paling tdk bisa dipertanggungjawabkan dlm hidup org beriman selain waktu luang..itu hidup yg tidak terencana..
#waktu#9) Waktu luang lahir dari pikiran dan jiwa yg kosong..yg tdk punya daftar pekerjaan yg hrs dieksekusi..hidup mrk longgar tak bernas..
#waktu#10) Mrk yg punya daftar pekerjaan utk dieksekusi menempatkan waktu sbg sumber daya tak tergantikan..krn itu tdk blh lewat tanpa nilai.
#waktu#11) Menyadari waktu adalah menyadari efeknya..dan efek terpenting dr waktu adalah efek akumulasi..sesuatu tdk terjadi seketika..tp bertahap..
#waktu#12) Akumulasi dr tindakan yg sama yg kita lakukan secara berulang2 akan menjadi karakter pada skala individu..
#waktu#13) Akumulasi dr karakter individu selanjutnya menjadi budaya dalam skala masyarakat..akumulasi itu terjadi dlm rentang waktu ttt..
#waktu#14) Akumulasi budaya dr berbagai kelompok masyarakat dlm rentang waktu ttt itulah yg berkembang menjadi peradaban..
#waktu#15) Krn efek akumulasi sebuah peradaban tdk bisa bangkit seketika atau runtuh seketika..ada faktor2 yg mempengaruhinya scr akumlatif.
#waktu#16) Masyarakat bangkit melalui akumulasi kontribusi produktivitas individu2 di dalamnya..brp karakter dan ide yg membentuk budaya mrk.
#waktu#17) Begitu jg keruntuhan sbh masyarakat..itu akumulasi karakter dan ide destruktif individu2nya yg membentuk budaya keruntuhannya..
#waktu#18) Contoh lain adalah kesehatan..kualitas kesehatan fisik dan mental kt diatas usia 40 thn adlh akumulasi dr pola hidup sehari2 kt..
#waktu#19) Sebagian besar penyakit yg kt alami diatas usia 40 itu adalah akumulasi ketidakseimbangan pola hidup yg berlangsung lama..
#waktu#20) Begitu jg dgn struktur pengetahuan kita..itu adalah akumulasi ilmu yg kita peroleh sehari2 melalui bacaan dan media belajar lain..
#waktu#21) Usia membuat org lbh arif krn ia mengalami akumulasi pengetahuan..tehnologi hari ini adalah akumulasi tehnologi kemarin..
#waktu#22) Krn itu Nabi Muhammad saw mengatakan “Jgn pernah meremehkan kebajikan sekecil apa pun itu”..itu krn sifat akumulasinya..
#waktu#23) Beliau jg mengatakan “Amal yg paling baik dan paling dicintai Allah adalah yg berkelanjutan walaupun hanya sedikit ”..itu akumulasi
#waktu#24) Kebajikan kecil2 yg kita lakukan scr terus menerus menunjukkan perhatian dan konsistensi serta keterlibatan emosi yg dalam..
#waktu#25) Nilai2 emosi yg menyertai amal itu hanya bisa dilihat dlm rentang waktu..krn itu waktu jadi alat uji iman dan karakter yg efektif
#waktu#26) Sisi negatif manusia jg akumulatif..dosa yg dilakukan berulang2 akan menjadi karakter dan selanjutnya memenuhi ruang hati manusia
#waktu#27) Dosa yg tlh jd karakter tdk akan menyisakan ruang bagi dorongan kebajikan dlm diri seseorang..Allah akhirnya mengunci hatinya..
#waktu#28) Akumulasi dosa yg menjadi karakte menutup mata hati seseorang..ada tabir yg menghalagi mata dan telinganya utk melihat kebenaran.
#waktu#30) Akumulasi itulah yg sebenarnya banyak menipu manusia pendosa..krn terjadi scr perlahan dan tdk disadari oleh pelaku..terlalu halus
#waktu#31) Krn efek akumulasi itu..maka sifat2 terpuji yg paling banyak berhubungan dgn waktu adalah kesabaran dan ketekunan..
#waktu#32) Tdk ada prestasi besar yg bs kt raih dlm hdp tanpa kesabaran dan ketekunan yg panjang..sebab semua perlu waktu yg lama..
#waktu#33) Kecerdasan yg tdk disertai kesabaran dan ketekunan tdk akan membuahkan hasil apa2..itu ciri org cerdas yg tdk produktif..
#waktu#34) Itu sebabnya mengapa diantara semua sifat yg paling terulang dlm Qur’an adalah sabar..termasuk hubungan dgn waktu dlm srt Al ‘ Ashr
#waktu#35) Kesabaran dan ketekunan adalah sifat utama yg melekat pada org2 besar..baik dlm dunia militer, bisnis, ekademik atau politik..
#waktu#36) Kesabaran dan ketekunan jg merupakan sifat dasar kepemimpinan..krn mrk hrs memikul beban berat dalam jangka waktu yg lama..
#waktu#37) Kesabaran dan ketekunan adlh indikator kekuatan kepribadian seseorang.. artinya ia punya tekad yg takkan terkalahkan olh rintangan
#waktu#38) Efek akumulasi jg mengajarkan kita untuk berpikir secara sekuensial..berurut mengikuti deret ukur waktu..itu strategic thinking..
#waktu#39) Kemampuan berpikir sekuensial adalah bagian dr kemampuan berpikir strategis yg diajarkan oleh kesadaran akan waktu..efeknya besar!
#waktu#40) Kemampuan berpikir sekuensial terutama diperlukan saat kt membaca sejarah dan berbagai fenomena sosial politik..jg dlm perencanaan
#waktu#41) Sbg sumber daya waktu sangat terbatas..org2 produktif pasti selalu merasa bhw waktu mrk terlalu sedikit dibanding rencana amal mrk
#waktu#42) Umat Muhammad saw jg mempunyai umur masa kerja yg jauh lbh pendek dr umat2 terdahulu..utk sbh hikmah Ilahiyah yg kita tdk tahu..
#waktu#43) Jd hrs ada cara mengatasi keterbatasan itu..utk itulah Islam memperkenalkan makna efesiensi melalui konsep penggandaan..
#waktu#44) Kt menggunakan waktu yg sm utk sholat 5 waktu scr jamaah atau sendiri..tp mendapatkan pahala yg berbeda..waktu sm pahala beda..
#waktu#45) Waktu yg sm dgn pahala yg berbeda adalah inti dr konsep penggandaan.Ini menciptakan perbedaan mencolok..dan mengatasi keterbatasan
#waktu#46) Konsep penggandaan ini bs mengubah persamaan dr sblmnya 1 unit waktu sm dgn 1 unit amal menjadi 1 unit waktu sm dgn bbrp unit amal
#waktu#47) Ajaran ttg amal jariah..sedekah jariyah,ilmu yg diajarkan,anak sholeh yg terus mendoakan..jg penerapan lain dr konsep penggandaan.
#waktu#48) Konsep penggandaan bkn sj mengajarkan bgmn mengatasi keterbatasan sumber daya tp jg bgmn memaksimalkan sumberdaya yg terbatas itu.
#waktu#49) Seseorang bs hdp lbh lama dr umurnya dgn konsep penggandaan itu..caranya dgn menciptakan amal yg dampaknya lbh lama dr umur kt..
#waktu#50) Seperti individu, masyarakat jg punya umur..peradaban jg punya umur..umur masyarakat ditentukan oleh akumulasi umur individu..
#waktu#51) Umur sosial menjadi panjang jk banyak individunya melakukan kerja2 penggandaan..salah satunya adalah
#waktu#52) Umur peradaban jg begitu..peradaban barat moderen dibangun pertama kali oleh spanyol dan portugis,lalu inggris dan prancis,lalu AS pewarisan ilmu pengetahuan..
#waktu#53) Epicentrum sbh peradaban berpindah dr 1 masyarakat ke yg lain begitu umur sosial masyarakat itu habis, walaupun scr fisik tetap ada
#waktu#54)Sprt Barat,peradaban Islam jg dipikul banyak suku bangsa..mulanya Arab,lalu Persia,lalu Afrika,lalu Turki, lalu Mongol dst..
#waktu#55)Akumulasi umur sosial dr suku bangsa itu menentukan panjang pendeknya umur peradaban..mkn banyak yg memikulnya mkn panjang umurnya
#waktu#2) Cara setiap org merasakan waktu berbeda krn “satuan waktu” yg mrk gunakan jg berbeda..itu lahir dr falsafah hdp yg jg berbeda..
#waktu#3) Jika kita memaknai hidup sebagai pertanggungjawaban..maka waktu adalah masa kerja..waktu adalah kehidupan itu sendiri..
#waktu#4) Org2 beriman membagi waktu – seperti jg hidup – kedalam waktu dunia dan waktu akhirat..itu 2 sistem waktu yg sama sekali berbeda..
#waktu#5) Waktu dunia adalah waktu kerja..waktu akhirat adalah waktu pertanggungjawaban dan pembalasan atas nilai waktu kerja di dunia..
#waktu#6) Waktu kerja di dunia mengharuskan kita memaknai setiap satuan waktu sebagai satuan kerja..1 unit waktu hrs sm dgn 1 unit amal..
#waktu#7) Persamaan itu..1 unit waktu sm dgn 1 unit kerja..membuat hdp kita jadi padat sepadat-padatnya, nilai waktu terletak pd isinya, kerja!
#waktu#8) Tdk ada hal yg paling tdk bisa dipertanggungjawabkan dlm hidup org beriman selain waktu luang..itu hidup yg tidak terencana..
#waktu#9) Waktu luang lahir dari pikiran dan jiwa yg kosong..yg tdk punya daftar pekerjaan yg hrs dieksekusi..hidup mrk longgar tak bernas..
#waktu#10) Mrk yg punya daftar pekerjaan utk dieksekusi menempatkan waktu sbg sumber daya tak tergantikan..krn itu tdk blh lewat tanpa nilai.
#waktu#11) Menyadari waktu adalah menyadari efeknya..dan efek terpenting dr waktu adalah efek akumulasi..sesuatu tdk terjadi seketika..tp bertahap..
#waktu#12) Akumulasi dr tindakan yg sama yg kita lakukan secara berulang2 akan menjadi karakter pada skala individu..
#waktu#13) Akumulasi dr karakter individu selanjutnya menjadi budaya dalam skala masyarakat..akumulasi itu terjadi dlm rentang waktu ttt..
#waktu#14) Akumulasi budaya dr berbagai kelompok masyarakat dlm rentang waktu ttt itulah yg berkembang menjadi peradaban..
#waktu#15) Krn efek akumulasi sebuah peradaban tdk bisa bangkit seketika atau runtuh seketika..ada faktor2 yg mempengaruhinya scr akumlatif.
#waktu#16) Masyarakat bangkit melalui akumulasi kontribusi produktivitas individu2 di dalamnya..brp karakter dan ide yg membentuk budaya mrk.
#waktu#17) Begitu jg keruntuhan sbh masyarakat..itu akumulasi karakter dan ide destruktif individu2nya yg membentuk budaya keruntuhannya..
#waktu#18) Contoh lain adalah kesehatan..kualitas kesehatan fisik dan mental kt diatas usia 40 thn adlh akumulasi dr pola hidup sehari2 kt..
#waktu#19) Sebagian besar penyakit yg kt alami diatas usia 40 itu adalah akumulasi ketidakseimbangan pola hidup yg berlangsung lama..
#waktu#20) Begitu jg dgn struktur pengetahuan kita..itu adalah akumulasi ilmu yg kita peroleh sehari2 melalui bacaan dan media belajar lain..
#waktu#21) Usia membuat org lbh arif krn ia mengalami akumulasi pengetahuan..tehnologi hari ini adalah akumulasi tehnologi kemarin..
#waktu#22) Krn itu Nabi Muhammad saw mengatakan “Jgn pernah meremehkan kebajikan sekecil apa pun itu”..itu krn sifat akumulasinya..
#waktu#23) Beliau jg mengatakan “Amal yg paling baik dan paling dicintai Allah adalah yg berkelanjutan walaupun hanya sedikit ”..itu akumulasi
#waktu#24) Kebajikan kecil2 yg kita lakukan scr terus menerus menunjukkan perhatian dan konsistensi serta keterlibatan emosi yg dalam..
#waktu#25) Nilai2 emosi yg menyertai amal itu hanya bisa dilihat dlm rentang waktu..krn itu waktu jadi alat uji iman dan karakter yg efektif
#waktu#26) Sisi negatif manusia jg akumulatif..dosa yg dilakukan berulang2 akan menjadi karakter dan selanjutnya memenuhi ruang hati manusia
#waktu#27) Dosa yg tlh jd karakter tdk akan menyisakan ruang bagi dorongan kebajikan dlm diri seseorang..Allah akhirnya mengunci hatinya..
#waktu#28) Akumulasi dosa yg menjadi karakte menutup mata hati seseorang..ada tabir yg menghalagi mata dan telinganya utk melihat kebenaran.
#waktu#30) Akumulasi itulah yg sebenarnya banyak menipu manusia pendosa..krn terjadi scr perlahan dan tdk disadari oleh pelaku..terlalu halus
#waktu#31) Krn efek akumulasi itu..maka sifat2 terpuji yg paling banyak berhubungan dgn waktu adalah kesabaran dan ketekunan..
#waktu#32) Tdk ada prestasi besar yg bs kt raih dlm hdp tanpa kesabaran dan ketekunan yg panjang..sebab semua perlu waktu yg lama..
#waktu#33) Kecerdasan yg tdk disertai kesabaran dan ketekunan tdk akan membuahkan hasil apa2..itu ciri org cerdas yg tdk produktif..
#waktu#34) Itu sebabnya mengapa diantara semua sifat yg paling terulang dlm Qur’an adalah sabar..termasuk hubungan dgn waktu dlm srt Al ‘ Ashr
#waktu#35) Kesabaran dan ketekunan adalah sifat utama yg melekat pada org2 besar..baik dlm dunia militer, bisnis, ekademik atau politik..
#waktu#36) Kesabaran dan ketekunan jg merupakan sifat dasar kepemimpinan..krn mrk hrs memikul beban berat dalam jangka waktu yg lama..
#waktu#37) Kesabaran dan ketekunan adlh indikator kekuatan kepribadian seseorang.. artinya ia punya tekad yg takkan terkalahkan olh rintangan
#waktu#38) Efek akumulasi jg mengajarkan kita untuk berpikir secara sekuensial..berurut mengikuti deret ukur waktu..itu strategic thinking..
#waktu#39) Kemampuan berpikir sekuensial adalah bagian dr kemampuan berpikir strategis yg diajarkan oleh kesadaran akan waktu..efeknya besar!
#waktu#40) Kemampuan berpikir sekuensial terutama diperlukan saat kt membaca sejarah dan berbagai fenomena sosial politik..jg dlm perencanaan
#waktu#41) Sbg sumber daya waktu sangat terbatas..org2 produktif pasti selalu merasa bhw waktu mrk terlalu sedikit dibanding rencana amal mrk
#waktu#42) Umat Muhammad saw jg mempunyai umur masa kerja yg jauh lbh pendek dr umat2 terdahulu..utk sbh hikmah Ilahiyah yg kita tdk tahu..
#waktu#43) Jd hrs ada cara mengatasi keterbatasan itu..utk itulah Islam memperkenalkan makna efesiensi melalui konsep penggandaan..
#waktu#44) Kt menggunakan waktu yg sm utk sholat 5 waktu scr jamaah atau sendiri..tp mendapatkan pahala yg berbeda..waktu sm pahala beda..
#waktu#45) Waktu yg sm dgn pahala yg berbeda adalah inti dr konsep penggandaan.Ini menciptakan perbedaan mencolok..dan mengatasi keterbatasan
#waktu#46) Konsep penggandaan ini bs mengubah persamaan dr sblmnya 1 unit waktu sm dgn 1 unit amal menjadi 1 unit waktu sm dgn bbrp unit amal
#waktu#47) Ajaran ttg amal jariah..sedekah jariyah,ilmu yg diajarkan,anak sholeh yg terus mendoakan..jg penerapan lain dr konsep penggandaan.
#waktu#48) Konsep penggandaan bkn sj mengajarkan bgmn mengatasi keterbatasan sumber daya tp jg bgmn memaksimalkan sumberdaya yg terbatas itu.
#waktu#49) Seseorang bs hdp lbh lama dr umurnya dgn konsep penggandaan itu..caranya dgn menciptakan amal yg dampaknya lbh lama dr umur kt..
#waktu#50) Seperti individu, masyarakat jg punya umur..peradaban jg punya umur..umur masyarakat ditentukan oleh akumulasi umur individu..
#waktu#51) Umur sosial menjadi panjang jk banyak individunya melakukan kerja2 penggandaan..salah satunya adalah
#waktu#52) Umur peradaban jg begitu..peradaban barat moderen dibangun pertama kali oleh spanyol dan portugis,lalu inggris dan prancis,lalu AS pewarisan ilmu pengetahuan..
#waktu#53) Epicentrum sbh peradaban berpindah dr 1 masyarakat ke yg lain begitu umur sosial masyarakat itu habis, walaupun scr fisik tetap ada
#waktu#54)Sprt Barat,peradaban Islam jg dipikul banyak suku bangsa..mulanya Arab,lalu Persia,lalu Afrika,lalu Turki, lalu Mongol dst..
#waktu#55)Akumulasi umur sosial dr suku bangsa itu menentukan panjang pendeknya umur peradaban..mkn banyak yg memikulnya mkn panjang umurnya