Saat Didzalimi

  Engkau mungkin terlalu sensitif. Engkau mengira semua orang menghinamu. Engkau mengira semua orang mengejekmu. Engkau merasa semua orang mentertawakanmu. Engkau ...Lanjutin bacanya...

Aku

Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku A...Lanjutin bacanya...

Nila

Didorong oleh keluguan dan ketulusan, masyarakat biasanya menghargai para pahlawannya dengan cara yang berlebihan. Itu merupakan godaan berat bagi para pahlawan, di mana mereka se...Lanjutin bacanya...

Akhir Sejarah Cinta Kita

Suatu saat dalam sejarah cinta kitakita tidur saling memunggungitapi jiwa berpeluk-peluksenyum mendekap senyumSuatu saat dalam sejarah cinta kitaraga tak lagi saling membutuhkanha...Lanjutin bacanya...

Serial Cinta

Serial Kepahlawanan

  • Nila

    Didorong oleh keluguan dan ketulusan, masyarakat biasanya menghargai para pahlawannya dengan cara yang berlebihan. Itu merupakan godaan berat bagi para pahlawan, di mana mereka se...Lanjutin bacanya...

  • Bayangan Sang "Icon"
  • Pusat Keunggulan
  • Menanti Kematangan

Kisah - Kisah

JM Community

Kolom Sang Murabbi

Kolom Pak Cah

Un Der Dakwah

Sajak Rendra

  • Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon

    Inilah sajakku, seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas, dengan kedua tangan kugendong di belakang, dan rokok kretek yang padam di mulutku.Aku memandang zaman. Aku melih...Lanjutin bacanya...

  • Renungan Indah
  • Gerilya
  • Revolusi

KulTwitt tentang #ibu oleh @salimafillah


1. Pertama kali kau menyapaku. Tanpa suara. Tetapi sangat asih. Dari diriku yang paling dalam. Disini. #Ibu. Aku di sini.

2. Menjadi #Ibu. Bagi jiwa perempuan penuh kasih adalah mimpi yang dilatih dengan kerinduan, cinta & asahan rasa. Ia mencahaya dalam jiwa.

3. Seruak cita itu adalah fitrah terindah yang dikaruniakan Allah. Kecenderungan, rasa, kemuliaan! #Ibu! Mulia dengan tapak kaki juangnya.

4. Sebab tak seorang pria pun termuliakan begitu tinggi hingga surga berada di telapak kaki. Demi Allah, tak seorang lelaki jua. Hanya #Ibu.

5. #Ibu! Panggilan yang begitu menggetarkan, membiruharu, menggemakan rasa terdalam di lubuk rasa setiap wanita. Ia menggeletarkan cinta.

6. Ada imaji surgawi & gairah hayat menggelora tiap kali kata tiga huruf itu diteriakkan oleh sosok-sosok mungil nan sambut kehadiran. #Ibu!

7. #Ibu, madrasah cantik, tempat anak-anak pertanyakan semesta dgn bahasa paling akrab, harapan paling memuncak, & keingintahuan plg dalam.

8. #Ibu. Dia dermaga nan paling tenang tuk melabuh hati saat mereka merasa teraniaya. Dia belai paling menenteramkan saat mereka gelisah.

9. #Ibu Dia dekapan paling memberi rasa aman saat ketakutan. Dia bahu paling kukuh untuk merebah, bertahan dari amuk badai kesedihan.

10. #Ibu Dia perpustakaan terlengkap, kelas ternyaman, gelanggang terlapang. Tak pernah ia bisa digantikan oleh gedung-gedung tanpa nyawa.

11. #Ibu Panggilan yang meneguhkan keutamaan; diulangkan, didahulukan. Sang Rasul sebut Ibumu tiga kali di depan, ayahmu menyusul kemudian.

12. #Ibu, panggilan perjuangan. Cantik nian senyumnya walau pegal bawa kandungan, susah memilih baringan, bengkak kaki & mual tak tertahan.

13. #Ibu, panggilan kepahlawanan. Seribu sakit berhimpun, tulang berlolosan, syaraf tercabik, robekan pedih, darah bersimbah. Lalu senyum.

14. #Ibu, degub jantungnya menenangkan saat kita didekap mesra, dia relakan jiwa raganya diserap untuk memberi hidup pada makhluq nan baru.

15. Ada pemuda nan berbakti pada #Ibu di masa ‘Umar. Dia menyuapi, mengipas lalat, mengelap peluh, memandikan, urus segala hajat kekotoran.

16. Pemuda itu gendong #Ibu-nya sepanjang jalan. Tiap henti, dia merangkak lengkungkan badan lindungi sang ibu dari mentari & terpaan hujan.

17. “Cukupkan ini untuk membalas segala kebaikan #Ibu di waktu kecilku?”, tanyanya. “Tidak, sama sekali tidak!”, jawab ‘Umar berkaca-kaca.

18. “Sebab #Ibu-mu dulu lakukan semua itu sambil mendoa bagi kehidupanmu. Sementara engkau kini melakukannya sembari menanti kematiannya.”

19. #Ibu, ada wanita yang kini enggan menjadi kata itu. Maka kemuliaan pun enggan menyapa, seirama anggapan bahwa anak adalah belenggu.

20. #Ibu Ketika kata itu dianggap neraka atau penjara, mereka tertuntun memasuki jerat kesendirian yang menuakan, menghampakan, mematikan.

21. #Ibu Ketika kata itu diabaikan, ia enggan menyediakan dermaga tempat para wanita menambat perahu hati, berlabuh dari galau kehidupan.

22. Mungkin memang tak sederhana. Sebab menjadi #Ibu adalah anugerah yang tak semua meraih agungnya. Bahkan imanpun, tak bisa menjaminkan.

23. Sebagaimana Aisyah. Dia ummul mukminin, #Ibu dari semua orang beriman. Tetapi mengandung, melahirkan, menyusui, menimang sibir tulang?

24. Tidak. Aisyah tak diberi Allah luap rasa yang melekati hakikat kata #Ibu itu. Tapi rindu & sabar hati adalah jua kesempatan berpahala.

25. Di lain sosok, kegelisahan, kecemasan, malu & pilu hati jika panggilan #Ibu itu tak segera hadir adalah ujian lain yang menyesakkan.

26. Alasan kesehatan, gangguan organ, serangan kuman, usia rawan persalinan, menjadi gurita kecemasan lain yang mencoraki ujian jadi #Ibu.

27. Allah menjawab doa hambaNya; istri Ibrahim dgn si shalih Ishaq, istri Imran dgn si suci Maryam, istri Zakariya dgn si alim Yahya. #Ibu

28. Mereka rayakan syukur karunia setelah penantian panjang, tubuh nan uzur, uban memutih, doa menghiba, dan rasa yang tersembilu. #Ibu

29. Menjadi #Ibu, kadang jua ujian yang membuat terragukannya suci & ibadah nan terjaga, seperti dialami #Maryam #Maria, ibunda #Isa #Yesus.

30. Begitulah kurnia besar nan di-#SYUKUR-i, #Isa #Yesus nan tiada duanya; selalu jua merupakan ujian besar yang harus di-#SABAR-i #Ibu-nya.

31. Menjadi #Ibu; melahirkan ataupun tidak; ba’da ikhtiar paling gigih, doa paling tulus, dan tawakkal paling pasrah, adalah kemuliaan utuh.

32. Menjadi #Ibu hakiki, Agar Bidadari Cemburu Padamu, terfahamlah kita; kau takkan tersaingi oleh jelita surgawi itu selama-lamanya;) #ABCP

Rachmat Naimulloh

Ingin artikel seperti diatas langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan.




0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda disini