
1. Fase Perjuangan dengan Batu
Fase ini sebenarnya hampir beriringan dengan fase perjuangan dengan batu. Karena di awal-awal intifadhah semua sarana yang dapat dilakukan untuk membalas kekejaman Israel dan mengusir penjajahan digunakan. termasuk pisau maupun bom-bom Molotov. Saat itu sejumlah unit pejuang HAMAS telah melakukan aksi-aksi sporadis dengan senjata pisau terhadap para pemukim Zionis maupun tentara. Sejak itu pula ruh perjuangan mulai membahana di kalangan rakyat Palestina. Bahkan, pernah salah seorang dari mereka, berhasil membunuh empat orang Israel dengan pisau.
3. Fase Perjuangan dengan Senjata
Fase ini terjadi sekitar tahun 1992. Berbagai unit-unit kecil mujahidin HAMAS melakukan serangan-serangan sporadis terhadap iring-iringan polisi dan tentara Israel yang melewati jalan-jalan tertentu di Gaza. Salah satu tokoh pejuang Palestina yang terkenal dalam fase ini adalah Imam Aqil. Imam memimpin unit pejuang bernama Syuhada Al Quds dengan persenjataan seadanya. Para pejuang Palestina memfokuskan aksinya untuk merebut gudang penyimpanan senjata Israel maupun senjata yang dibawa oleh keamanan Israel saat mereka melakukan patroli.
4. Fase Perjuangan dengan Bom Mobil
Januari 1994, sebuah bom mobil di Ra’sul Ein meledak kembali dan menewaskan dua orang tentara Israel. Hantu ancaman bom mobil mulai menjadi buah bibir di kalangan Zionis Israel. Mereka pun akhirnya mengetahui kiprah pejuang bernama Muhandis Yahya Ayash yang kemudian dijadikan sebagai buronan Israel nomor wahid.
5. Fase Perjuangan dengan Bom Syahid
Fase bom mobil kemudian berlanjut dengan aksi-aksi bom syahid. Para pejuang Palestina membawa bom dalam tas atau tubuhnya, dan meledak di tengah komunitas ramai orang-orang Zionis. Tokoh pertama sebagai pioneer manusia bom syahid bernama Zekarana. Julukan yang diberikan untuknya adalah ’ukasyah isytisyhadiyyin’. Ukasyah adalah nama sahabat Rasulullah yang pertama kali diberi jaminan masuk surge oleh Rasulullah saw. Aksi Zekarana terjadi pada bulan Mei 1994 yang meledakkan sebuah bis berisi penduduk dan tentara Israel yang tengah menuju ke arah Avola. Delapan orang Israel tewas dalam serangan ini. Hanya selang beberapa hari setelah aksi itu, meledak lagi sebuah bom syahid di sebuah bis di Al Khadera. Pelakunya bernama Ammar Amarena, pejuang yang juga merupakan hasil kaderisasi Muhandis Yahya Ayash. Akibatnya, lima orang Israel tewas. Semenjak itu, bahkan aksi-aksi bom syahid diikuti pula oleh elemen pergerakan lain di Palestina.
6. Fase Perjuangan dengan Mortir dan RPG
Saat tentara Israel menyerang Jenin, pejuang Palestina berhasil menghancurkan tank baja Merkava 3, sebuah tank yang selama ini diakui memiliki ketahanan serangan dan tak mudah ditaklukkan. Serangan yang dilakukan pejuang Palestina terhadap tank Merkava 3 turut menewaskan tiga orang serdadu yang ada di dalamnya. Para pengamat militer Israel mengatakan bahwa scenario penyerangan itu adalah dengan meletakkan bom seberat 100 kg besar di jalan yang dilewati oelh tank ersebut, lalu ditembak dari jarak jauh lalu meledak. Meski scenario penyerangannya sederhana tapi mitos tank yang banyak dibanggakan dan dibuat pada 1990 itu akhirnya hancur. Israel sendiri mempunyai sekitar seribu tank jenis M-3.
Adapun bom mortir yang dilontarkan ke kamp imigran Zionis, juga menciptakan ancaman besar bagi Israel. Di Israel terhitung telah dijatuhkan 160-an bom mortir sejak dimulainya intifadhah kedua (intifadhah Al-Aqsha) dua tahun lalu. Hasil dari serangan itu telah menewaskan 13 orang Israel. Tentara Israel tentu berusaha mencari lokasi penyimpanan bom itu dan berulangkali mengaku telah berhasil menemukan lokasi pembuatan mortir baik di Gaza maupun di Tepi Barat.
Sedangkan RPG (Rocket Propellet Grenade – pelontar granat) juga digunakan terakhir oleh pejuang palestina saat tentara Israel melakukan operasi militer di Jenin. Ketika itu, pasukan Israel melarikan diri meninggalkan tank mereka. Persenjataan pejuang Palestina memang berkembang pesat. Menurut sejumlah media massa Israel, tentara Israel telah memiliki sejumlah senjata di Ramallah, antara lain 40 senjata otomatis M 16, 5 senjata jenis Carbines M 16, 21 senapan, 93 Kalasinkov, 57 pistol tangan, dan lain-lain.
7. Fase Perjuangan dengan Rudal
Dalam timbangan militer mungkin perkembangan ini tidak terlalu besar. Tapi ketika itu dilakukan di tengah kondisi yang sangat sulit dan tidak terjadi dalam puluhan tahun sebelumnya maka ini menjadi besar. Pada tahun 2002 telah terjadi perkembangan besar dalam aksi-aksi perlawanan Palestina terhadap Zionis. Al Qassam berhasil meluncurkan rudal Al Qassam pada 7 April 2002 pertama kalinya di Jenin. Selain itu, batalyon Saraya Al Quds yang berada di bawah gerakan Jihad Islami, berhasil menciptakan rudal yang dinamakan Al Quds 1 pada 2 April 2002. Setelah itu lahir sarana peperangan lainnya dalam bentuk bom mortar dan RPG.
Meski dibuat secara manual di rumah-rumah pejuang, tapi rudal Al Qassam, pengaruhnya terhadap Israel sangat besar. Rudal Al Qassam digambarkan oleh majalah TIMES sebagai rudal pertama yang telah mengubah peta keamana Timur Tengah. Rudal itujuga disebutkan oleh Cnn sebagai peringatan keras dari Palestina di Timur Tengah. Seorang responden CNN mengemukakan keanehannya bagaimana pejuang Palestina mampu membuat rudal pertama dan dapat berpengaruh pada perimbangan militer Israel-Palestina. Sementara BBC mengatakan bahwa rudal ini merupakan titik perpindahan strategis yang akan mampu mengimbangi kekuatan besar tentara Israel. Menhan Israel Ben Elyzer mengatakan bahwa ini adalah fase ancaman yang baru dari pejuang Palestina. Menurut CNN rudal itu bisa menjangkau sasaran radius 8 km. Tapi pihak HAMAS dalam situsnya mengklaim bahwa jangkauannya bisa mencapai radius 12 km.
Rudal itu sendiri panjangnya sekitar 180 cm saja. Diameternya 120 milimeter. Ia menggunakan antara 4 sampai 6 kg bahan peledak. Dan dilontarkan dari jarak jauh sehingga tidakmudah diketahuilangsung oleh tentara Israel dan sulit dilacak. Ketika rudal Al Qassam dilontarkan, dan mengenai rumah imigran Zionis di Tsuan, sebagian menganggap ledakan itu lebih berbahaya dari ancaman rudal SCUD Irak karena tidak dapat terdeteksi oleh satelit keamanan Israel.
0 komentar