Vitalitas hidup biasanya dibentuk dari paduan keberanian, harapan hidup, dan kegembiraan jiwa. Tapi ketiga hal ini di bentuk oleh paduan keyakinan-keyakinan iman dan talenta kepahlawanan dalam diri mereka. Dari sini saya kemudian menemukan bahwa para pahlawan mukmin sejati selalu memiliki tradisi spiritual yang khas. Mereka mempunyai kebiasaan-kebiasaan khas yang di bentuk oleh keyakinan yang unik terhadap kegaiban. Dengan cara itu mereka mempertahanknn keyakinan mereka pada pertolongan Allah dan harapan akan kemenangan. Dengan cara itu mereka mempertahankan stamina perlawanan yang konstan. Kebiasaan-kebiasaan yang khas itu biasanya berbentuk ibadah mahdhah, tapi biasanya disertai dengan perilaku-perilaku tertentu yang sangat pribadi. Misalnya dua contoh berikut ini:
Dalam suatu peperangan kaum Muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. Merekapun menanyakan rahasia kekuatan itu pada Ibnu Taimiyah. Beliau menjawab: "Ini adalah buah dari Ma’tsurat yang selalu saya baca di pagi hari setelah sholat subuh sampai terbitnya matahari. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap setelah melakukan wirid itu. Tapi jika suatu saat saya tidak melakukannya, saya akan merasa seperti lumpuh hari itu”.
Suatu saat -dalam perang Yarmuk- Khalid Bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilanq dari kepalanyanya. Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi Kholid tidak berhasil ditemukan. Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencari kembali. Akhirnya mereka menemukannya. Tapi kemudian Khalid merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. "Dibalik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah SAW. Tidak pemah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini melainkan pasti saya merasa yakin bahwa Rasulullah SAW mendoakan kemenanganan bagi saya."
ltu hanyalah sebentuk hubungan yang sangat pribadi dengdn Rasulullah yang pernah menggelarinya "Pedang Allah Yang Senantiasa Terhunus."
0 komentar